Cara Budidaya Jahe Merah Secara Alami Dan Menguntungkan Petani

Jahe merupakan jenis tanaman herbal yang memiliki manfaat yang luar biasa banyak produsen obat memanfatkan jahe untuk membantu mengatasi masalah kesehatan. Jahe memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan daya tahan tubuh, menambah nafsu makan anak, dan mengatasi sejumlah penyakit pada anak.

Budidaya Jahe Merah

Jahe termasuk dalam tanaman empon-empon yang terdiri dari beragam jenis salah satunya jahe merah,  Jahe merah merupakan tanaman yang menguntungkan, dilihat dari sisi bisnis dan usaha, Budidaya jahe merah lebih menguntungkan dan memiliki nilai jual yang tinggi.  Dalam membudidayakan jahe merah sangat mudah dan dapat tumbuh di daerah mana saja, seperti lahan kebun atau tegalan. Selain itu tanaman ini tidak mudah terpengaruhi  oleh cucaca dan lingkungan.

Apabila anda ingin membudidayakan tanaman herbal jahe merah cukup mudah dan untuk itu anda perlu mengetahunya agar menghasilkan panin yang optimal. Dengan menanam yang benar dan perawatan yang sempurna maka akan mengurangi resiko kerugian saat terjadi kesealahan.  Berikut beberapa cara dan tahan yang benar dalam membudidayakan jahe merah.

7  Tahap Dan Cara Yang Benar Dalam Membudidayakan Tanaman Jahe Merah

  1. Pemilihan Lahan atau Lokasi Yang Benar

    Langkah awal dalam membudidayakan jahe merah secara benar adalah menentukan lokasi / lahan yang benar dan sesuai. Lahan yang baik adalah berada pada kawasan dengan curah hujan sekitar 2.500 hingga 4.000 mm pertahun. Sedangkan suhu yang baik adalah 20 sampai 35 derajat celcius. Atau tidak panas dan juga tidak terlalu dingin. Selain itu kondisi tanah juga harus bagus dan tidak harus tana subur tetapi tanah yang mengandung humus banyak.
    Perlu anda ketahui jahe merupakan tanaman yang membutuhkan sinar matahari lebih banyak terhadap jenis tanaman lain. Apalagi ketika saat masa tanam telah memasuki usia 1,5 hingga 7 bulan, pasokan sinar matahari menjadi kebutuhan utama

  2. Pemeilihan dan Meniyapkan Bibit Yang Unggul

    Dalam memilih bibit jahe merah adalah tuga yang harus dilaksanakan dengan cermat, Pemelihan bibit harus dewasa, setidaknya berumur 10 bulan atau lebih. Cara mendapatkan bibit yang unggul anda dapat membeli ditoko pertanian yang sudah berseritfikat. Biasanya yang dijual berasal dari proses semai sulam dan terseleksi. Pastikan mendapatkan tanaman yang unggul dan sudah terseleksi jangan memilih bibit yang dijual kiloan atau bonggol.  Sebelum bibit ditanam untuk lebih  baiknya anda jemur terlebih dahulu. Dan setelah dijemur pastikan anda disimpan pada suhu yang sedang.

  3. Proses Penyemian

    Proses penyemian dapat dilakukan dengan menggunakan peti kayu. Dengan dasar yang diberi abu gosok atau sekam padi. Selanjutnya letakan bibit diatas abu atau sekam padi tersebut secara berlapis – lapis. Selama masa penyemaian, bibit tidak boleh berada di tempat dengan paparan sinar matahari secara langsung. Jadi ada pada posisi terlindung dan akan lebih baik lagi jika di beri alas dan tutup dari jerami atau alang-alang.Setiap hari, jagalah kelembabannya sehingga bibit tidak mengering. Jika suhu udara atau cuaca terlalu panas, berilah lagi siraman air secukupnya agar kondisi tempat penyimpanan bibit tetap lembab.

  4. Media Tanam

    Dalam media tanam jahe merah ada 2 metode / media yaitu media yang berupa lahan terbuka dan media dalam karung / polybag.

    • Media Tanam Lahan Terbuka
      • Sebelum melakukan tanam bibit jahe pastikan lahan jauh dari tanaman penganggu dan gulma, lalu gemburkan tana dan campurkan bokashi/pupuk kompos.
      • Apabila sudah bersih tanam bibit dengan jarak 50 X 50 cm atau 30 X 40 cm sesaui dengan jumlah bibit yang ingin ditanam
      • Saran kami lebih baik menggunakan 50 X 50 cm agar menghasilkan panen yang maksimal
    • Media Tanam Dalam Karung atau Polybag
      • Dalam menggunakan Polybag pastikan bibit Anda keluarkan dari tempat persemaian, tanaman yang masih kecil tersebut memang bisa segera di masukan ke dalam media.
      • Namun tetap di perhatikan, posisi tunas harus dalam keadaan berdiri dengan mata berada pada posisi atas. Setelah itu, tutup dengan tanah dengan ketebalan sekitar 3 atau 5 sentimeter. Selanjutnya
      • tutup lagi menggunakan jerami kering dengan ketebalan serupa. Setiap 1 lubang penanaman, bisa di gunakan untuk memasukan 3 sampai 5 tunas.
  5. Pemeliharan, Pemeliharaan, dan Perawatan Jahe Yang Benar.

    Jahe merah merupakan tanaman yang mudah dalam pemeliharaanya, Namun ada beberapa hal yang perlu anda ketahui seperti penyirama dan pemupukan yang tepat.Dalam merawatn jahe merah perlu penyiraman yang rutin dan di lakukan terutama pada musim kemarau dan saat tanaman baru menginjak usia antara 0 sampai 3 bulan. Selain penyiraman, gulma dan tanaman pengganggu lain juga harus selalu kita singkirkan minimal setiap 2 bulan sekali.Selain menyiram merawat jahe merah juga perlu penyiangan, penyiangan bertujuan untuk menjaga kondisi tanah agar unsur hara-nya tetap stabil. Bahkan jika Anda rasa perlu, lakukan pemupukan dengan pupuk organik saat tanaman menginjak umur 2 bulan. Dosis yang di gunakan adalah seperlima media tanam. Agar budidaya jahe merah dapat menghasilkan panen makin banyak, pemupukan lakukanlah hingga 3 kali sebelum memasuki masa panen.

  6. Membrantas atau Mengendalikan Hama

    Dalam membrantas hama sangat mudah yaitu dengan membasmi dengan obat kimia, namun sebaiknya anda menggunakan sistem orgai atau alami agar jahe menghasilkan tanaman yang berkualitas.  Selain sehat untuk tanaman sistem alami juga akan menjadikkan panen yang unggul.

  7. Masa Waktu Panen Jahe Merah

    Ketika waktu panen akan tiba setelah menginjak usia tanam 10 hingga 12 bulan. Jahe merah memiliki ciri-ciri pada  batang dan daun yang sebelumnya berwarna hijau segar berubah menjadi kuning dan terlihat mengering.
    Apabila penanaman pada media karung bekas atau polybag, cara pengambilan hasil panennya sangat mudah Anda lakukan. Kita tidak perlu melakukan penggalian, namun cukup merobek karung atau polybag tersebut kemudian ambil rimpang jahenya. Sedangkan lahan terbuka sebagai media tanam, pencangkulan untuk mengambil rimpang jahe harus di lakukan secara hati-hati agar tidak ada rimpang yang terluka akibat kena cangkulan.
    Jika ingin lebih praktis, cabutlah tanaman jahe dari dalam tanah secara kuat tapi perlahan-lahan agar tidak ada rimpang yang tertinggal. Setelah di angkat, segera bersihkan dari segala macam kotoran. Tanah yang masih menempel pada rimpang harus ikut tersingkir kemudian cuci menggunakan air bersih. Selanjutnya hasil panen bisa kita jual dalam bentuk utuh atau di keringkan lebih dulu. Lebih daripada itu dapat pula di olah menjadi serbuk atau bubuk dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi.