Panduan dan Cara Lengkap Budidaya Tomat Agar Mengahsilkan Panen Maksimal

Tomat, berbicara tomat pastinya akan bertanya-tanya, tomat temasuk buah atau sayuran bukan…?

Mari kita simak berikut ini…

Tomat merupakan tumbuhan dari keluarga solanceae, tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli yang berasal dari amerika tengah dan amerika selatan. Tomat merupakan tumbuhan yang memilki siklus, tumbuhan yang dapat tumbuh tinggi dengan 1-3 meter. Tumbuhan tomat memiliki banyak manfaat yang luar bisa.  Memiliki kandungan yang lengkap dan kaya akan manfaat. Hal ini lah yang mendorong untuk membudidayakan tomat karena peluang bisnisnya yang menjanjikan dan luas. Untuk itu kami rangkumkan panduan dan cara budidaya tanaman tomat yang lengkap.

Cara Lengkap Budidaya Tomat Agar Mengahsilkan Panen Maksimal

Panduan Lengkap Cara Budidaya Tomat Agar Menghasilkan Panen Yang Maksimal

Pemiihan lahan taman yang cocok

Langkah utama yang harus dipersiapkan adalah lahan untuk menanam tomat, apabila lahan sudah didapatkan anda dapat melakukan pengemburan tanah dan jika pH tanah kurang dari 5,5 lakukan pengeapuran menggunakan dolomit dengan dosis yang sesuai.  Apabila sudah anda dapat membuat bendangan  dengan lebar 1 meter dan tinggi 30cm, panjang sesuai dengan lahan tanam, Berilah jarak antara bedeng sekitar 30 cm hingga 40 cm dan panjang sesuai dengan lahan tanam. Apabila sudah diamkan tanah selama kurang labih satu minggu.

Persyaratan tumbuh tomat yang tepat

Tumbuah tomat dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian sekitar 0 hingga 1500 mdpl, Suhu yang baik untuk menanam tomat adalah sekitar 20°C-27°C, serta Curah hujan sekitar 750 mg/tahun – 1250 mg/tahun.

Pemilihan Benih Tomat

Dalam memilih benih tomat bisa anda dapatkan dari toko pertanian atau anda membuat sendiri. Namun untuk yang lebih baik anda dapat membuatnya sendiri. Berikut cara membuat benih tomat sendiri . Pertama seleksi terlebih dahulu  buah tomat yang akan dijadikan benih, pastikan tomat tidak cacat. Lalu pisahkan biji tomat dengan daging tomat guna untuk dijadikan bibit rendam biji dalam air , ambil biji yang tenggelam saja sedangkan yang mengapung di permukaan air dibuang, setelah itu jemur hingga kering. Jika sudah kering simpan biji benih dalam wadah yang steril dan kering.

Penyemihan Benih Tomat

Apabila benih tomat sudah steril selanjutnya adalah lakukan penyemian dengan bandengan atau polybag, anda dapat melakukan dengan media bandengan yaitu dengan  membuat bandengan terlebih dahulu dengan ukuraan garis atau larikan dengan jarak sekitar 5 cm antar larik dan kedalamannya sekitar 1 cm. Setelah larikan jadi, taburkan biji benih (usahakan jangan menumpuk) pada larikan yang dibuat pada bedengan dengan jarak antar benih sekitar 2 cm-3 cm. Kemudian tutup kembali dengan tanah dan lakukan penyiraman secukupnya.

Penanaman Benih Tomat Yang Benar

Sebelum melakukan penanaman, buatlah lubang tanam dengan mulsa diameter dan kedalaman 5 hingga 7 cm. Dalam setiap bandengan buatlah 2 lajur lubang tanaman dengan jarak antara lajur  70 sampai 80 cm dan jarak antara lubang dalam 1 lajur sekitar 40 hingga 50 Cm. Apabila lubang sudah jadi masukan bibit dalam lubang tanam kemudian timbun dengan tanah hasil galiang tanam sebelumnya dan siram agar terjaga kelembapannya.

Perawatan dan Pemliharaan Tanaman Tomat

Dalam tahapan ini anda dapat melakukan beberapa cara yaitu penylaman, penyiangan, pemangkasan, penyiraman/pengairan tanah, dan pemasangan tiang/ajir, dan pemupukan tanaman.

  • Penyulaman dilakukan untuk mengecek pada tanaman, jika ada tanaman yang mati makan haris segera dilakukan untuk menganti tanaman tersebut dengan yang baru.
  • Penyiangan sanga bagus untuk dilakukan guna membersihkan gulna pada tanaman agar tidak menghambat proses tumbuhnya tomat
  • Pemangkasan dapat dilakukan setiap 1 kali satu minggu. Agar tanaman tomat tidak memiliki banyak batang atau percabangan, maka lakukan pemangkasan tunas pada ketiak daun. Pemangakasan dapat dilakukan atau tidak, dan wajib dilakukan apabila tanaman memiliki 1 dompol buah dengan sekitar 5 hingga 7 perdombol.
  • Penyiraman dan Pengairan Tanaman
    Tanaman toman tidak begitu membutuhkan banyak air namun jangan sampai tanaman kekurangan air. Jika kelebihana air dapat membuat fase generatif terhambat namun fase pertumbuhan daun dan batang (vegetatif) akan subur. Jika kekurangan air makan buah yang dihasilkan akan pecah-pecah.
  • Pemasangan Ajir/tiang guna mencegah tomat agar tidak roboh maka perlu dilakukan pemasangan ajir atau lenjeran yang terbuat dari bambu bengan panjang sekitar 1,5 m-2 m. Pemasangan lanjeran atau ajir dipasang ketika tanaman tomat telah setinggi 10 hingga 15 cm, Ajir tersebut dipasang dengan jarak sekitar 10 hingga 20 cm dari tanaman tomat tersebut. Setiap tanaman bertambah setinggi 20 cm batang tanaman tomat diikat pada lenjeran atau ajir menggunakan tali rafia tau tali plastik.

Pemupukan Tanaman

Untuk tanaman tomat organik tanaman diberi pupuk berupa pupuk organik cair berkalium tinggi saat tanaman aakan berbunga dan berbuah. Penyemprotan puukm tersebut dapat dilakukan setiap minggu dengan dosis 1 liter pupuk/100 liter air. Setelah tanaman berumur sekitar 2 hingga 3 minggu bisa juga tambahkan pupuk berupa pupuk kandang atau kompos sekitar 1 genggam/tanaman.

Untuk Tanaman tomat non organik, tanaman diberi pupuk berupa pupuk urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 dengan dosis yang diberikan adalah 1-2 gr/tanaman yang diberikan pada usia tanaman seminggu setelah tanam. Pada umur 2 hingga 3 minggu beri lagi pupuk urea dan KCl dengan dosis sekitar 5 gr/tanaman. Pada saat tanaman berumur sekitar 1 bulan jika masih terlihat kurang gizi, beri urea dan KCl dengan dosis 7 gr/tanaman. Pemberian pupuk tersebut diberikan dengan jarak sekitar 5-7 cm dari tanaman tomat.

Pembrantasan Hama dan Penyakit

Tanaman tomat sangat mudah terserang hama seperti ulat buah, kutu, thrips dan lalat putih.  Dan masih banyak jenis hama lainnya. Untuk itu sebaiknya anda membrantas dengan menggunakan pestisida.

Pasca Panen Tomat.

Tomat yang sudah siap panen adalah tomat yang memiliki umur sekitar 60 hingga 100 hari. Pemanenan dapat dilakkan setiap sore danpagi hari. Dan setiap 2 atau 3 kali dalam seminggu.

Demikian infomasi mengenai Cara lengkap budidaya tomat agar menghasilkan panen yang berkualitas. Semoga bermanfaat… Salam sukses selalu…

 

Cara Budidaya Temulawak Untuk Krim Kesehatan Kulit

Temulawak merupakan obat herbal yang berupa tumbuhan rumpdng berbatang semu. Tanaman herbal yang satu ini memiliki nama-nama yang berbeda-beda ditsetiap daerah. Dijawa barat temulawak disebut sebagai koneng gede sedangkan di madura menyebutnya sebagai Temu lobak. Tanaman temulawak banyak ditemukan diberbagai daerah terutama di indonesia dan malaysia.

Tanaman herbal yang satu ini memiliki manfaat yang luar bisa,  karena kadungannya yang kaya akan manfaat temulawak juga memiliki nilai jual yang menguntungkan. Hal ini lah yang mendorong petani untuk menanam temulawak.

Banyak produsen temulawak memilih temulawak yang berkualitas guna untuk membuat krim temulawak untuk kesehatan tubuh. Selain untuk krim temulawak juga ada produsen temulawak mengolahnya guna dijadikan obat herbal.

Budidaya Temulawak Yang Berkualitas Dan Menguntungkan

Cara Budidaya Temulawak Untuk Krim Kesehatan Kulit

  • Pedoman Budidaya Temulawak

Sebelum anda membudidayakan temulawak pastikan ada sudah paham pedoman bagaimana budidaya temulawak dengan benar. Apabila anda kurang paham berikut kami rangkumkan beberapa pedoman yang perlu anda ketahui.

  • Pembibitan
    Banyak bibit temulawak menggunakan rimpang induk ataupun rimpang cabang. Anda dapat membudidayakan 2 jenis temulawak ini sekaligus. Syarat dalam memilih bibit temulawak pastikan sehat dan sudah berumur kurang lebih 10-12 bulan.
  • Pengolahan Media Tanam
    • Persiapan Lahan Setelah memilih bibit sudah selesai pastikan anda mempersiapkan lahan untuk untuk media tanam Dalam menyiapkan lahan untuk lebih baiknya dilakukan 30 hari sebelum penanaman.
    • Pembukaan Lahan : Lahan dibersihkan dari tanaman-tanaman lain dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan kunyit. Lahan dicangkul sedalam 30 cm sampai tanah menjadi gembur.
    • Pembentukan Bedengan : Lahan dibuat bedengan selebar 120-200 cm, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30-40 cm. Selain dalam bentuk bedengan, lahan dapat juga dibentuk menjadi petakan-petakan agak luas yang dikelilingi parit pemasukkan dan pembuangan air, khususnya jika temulawak akan ditanam di musim hujan.
    • Pemupukan Organik (sebelum tanam) : Pupuk kandang matang dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 1-2 kg. Keperluan pupuk kandang untuk satu hektar kebun adalah 20-25 ton karena pada satu hektar lahan terdapat 20.000-25.000 tanaman.
  • Penanaman Bibit Temulawak
    • Penentuan Pola Tanaman : Penanaman dilakukan secara monokultur dan lebih baik dilakukan pada awal musim hujan kecuali pada daerah yang memiliki pengairan sepanjang waktu. Fase awal pertumbuhan adalah saat dimana tanaman memerlukan banyak air.
    • Pembutan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.
    • Cara Penanaman : Satu bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. Setelah itu bibit ditimbun dengan tanah sedalam 10 cm..
    • Perioda Tanam : Masa tanam temulawak yaitu pada awal musim hujan untuk masa panen musim kemarau mendatang. Penanaman pada di awal musim hujan ini memungkinkan untuk suplai air yang cukup bagi tanaman muda yang memang sangat membutuhkan air di awal pertumbuhannya.
  • Pemeliharaan tanaman temulawak
    Dalam memelihara temulawak tidak hanya menanam saja namun perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan serta pempupukan. Dalam memelihara temulawak anda dapat melakukan Penyulaman, Penyiangan, pembubuhan, pemupukan dan pengairan/ peniyraman.
  • Pembrantasan gulma dan hama penyakit
    Budidaya temulawak memang mudah namun memerlukan ketekunan dan ketelitaian agar menghasilkan panen yang berkualitas. Anda perlu melakukan pembersihan gulma yang menghambat pertumbuhan tumbuhnya temulawak. Selain gulma ada hama yang menyebabkan rusaknya tanaman. Anda dapat membrantas hama dan gulma dengan menggunakan pestisida, insektsida, dan herbsida alam.
  • Masa Panen dan Pasca Panen Temulawak
    • Penentuan Pola Tanaman : Penanaman dilakukan secara monokultur dan lebih baik dilakukan pada awal musim hujan kecuali pada daerah yang memiliki pengairan sepanjang waktu. Fase awal pertumbuhan adalah saat dimana tanaman memerlukan banyak air.
    • Pembutan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.
    • Cara Penanaman : Satu bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. Setelah itu bibit ditimbun dengan tanah sedalam 10 cm..
    • Perioda Tanam : Masa tanam temulawak yaitu pada awal musim hujan untuk masa panen musim kemarau mendatang. Penanaman pada di awal musim hujan ini memungkinkan untuk suplai air yang cukup bagi tanaman muda yang memang sangat membutuhkan air di awal pertumbuhannya.

Dengan anda mengikuti beberapa cara diatas anda akan mengahasilkan temulawak yang berkualitas dan siap untuk diteruskan untuk produsen obat herbal atau cream temulawak. Dalam budidaya temulawak dapat sukses asalkan anda tekun, dan teliti. Terima kasih.. Semoga sukses….

5 Cara Mudah Untuk Meningkatkan Hasil Panen Padi Di Sawah

Berbicara masalah padi, tentunya tidak lepas dari yang namanya petani dan sawah. Petani meruapakan sesorang yang membudidayakan padi. Dan sawah merupakan lahan dimana tempat padi ditanam.  Padi bisanya lebih banyak dibudidayakan oleh masyarakat yang tinggal diwilayah dataran rendah.

Cara budidaya padi

Budidaya padi sawah sangatlah mudah dan menyenangkan, apalagi jika padi disawah sudah mulai menghijau akan menjadi pemandangan yang indah sekali, Namun untuk meningkatkan hasil panen padi yang bagus dan terbaik, membutuhkan kerja keras dan perawatan khusu. Mulai dari penanaman padi, pengairan sawah,  hingga panen. Pertanian diindonesia sendiri kini sudah lebih mudah, pemerintah sudah memberikan kemudahan untuk petani dengan adanya irigasi. Irigasi sendiri berfungsi sebagai alat untuk mengairi sawah dan mengaliri sawah miliki petani lainnya.

Beberapa 5 Cara Mudah Untuk Meningkatkan Hasil Panen Padi Disawah

Memupuk padi

Langkah awal untuk meningkatkan hasil panen yang unggul adalah dengan melakukan pemupukan. Setelah padi simpulan ditanam dan sudah erumur tahap awal, untuk itu lakukan pemupukan tahap awal. Pemupukan bertujuan untuk membuat padi cepat tumbuh dengan subur.

Perlu anda ketahui bahwa dalam pemilihan pupuk jangan sembarang pupuk. Pastikan pupuk yang berkualitas. Maka dibutuhkan ketelitain dan ketekunan dalam memilih pupuk untuk padi anda.

Membrantas atau membersihkan gulma yang tumbuh disekitar padi

Cara selanjutnya adalah membersikan gulma atau rumput liar yang menganggu pertumbuhan padi, karena jika tidak dibersihkan akan menghambat pertumbuhan padi sehingga tidak bisa menghasilkan panen yang unggul dan berkualitas.

Membasmi hama dan penyakit

Langkah ketiga selain melakukan pemupukan dan membersihkan gulma anda juga perlu melakukan pembasmian terhadap hama dan penyakit. Banyak hama seperti wereng, walang sangit, dan tikus merupakan sangat merugikan petani. Untuk itu anda dapat mebasmi dengan produk pembasmian hama yang dijual ditoko pertanian.

Pempupukan tahap kedua

Untuk mengahasilkan panen yang unggul anda perlu melakukan pemupukan 2 sampai 3 kali. Tidak hanya 1 kali.  Setelah padi menginjak umur 2 bulan atau padi sudah menghijau, sebaiknya anda segera melakukan pempukan tahap kedua agar mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan hasil panen yang berkualitas.

Menjaga dan merawat tanaman padi hingga panen

Meningkatkan hasil panen yang perlu anda lakukan adalah menjaga tanaman padi dari banyak sekali macam hewan peliharaan maupun binatang lain. Terutama setelah padi mulai berubah.

Demkian beberapa cara membudidayakan tanaman padi agar menghasilkan panen yang berkualitas dan baik. Inti kesuksesan dalam budidaya tanaman padi yaitu terletak pada diri anda. Jika anda rajin merawat dan melaksanakan hal-hal diatas.

Cara Budidaya Jahe Merah Secara Alami Dan Menguntungkan Petani

Jahe merupakan jenis tanaman herbal yang memiliki manfaat yang luar biasa banyak produsen obat memanfatkan jahe untuk membantu mengatasi masalah kesehatan. Jahe memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan daya tahan tubuh, menambah nafsu makan anak, dan mengatasi sejumlah penyakit pada anak.

Budidaya Jahe Merah

Jahe termasuk dalam tanaman empon-empon yang terdiri dari beragam jenis salah satunya jahe merah,  Jahe merah merupakan tanaman yang menguntungkan, dilihat dari sisi bisnis dan usaha, Budidaya jahe merah lebih menguntungkan dan memiliki nilai jual yang tinggi.  Dalam membudidayakan jahe merah sangat mudah dan dapat tumbuh di daerah mana saja, seperti lahan kebun atau tegalan. Selain itu tanaman ini tidak mudah terpengaruhi  oleh cucaca dan lingkungan.

Apabila anda ingin membudidayakan tanaman herbal jahe merah cukup mudah dan untuk itu anda perlu mengetahunya agar menghasilkan panin yang optimal. Dengan menanam yang benar dan perawatan yang sempurna maka akan mengurangi resiko kerugian saat terjadi kesealahan.  Berikut beberapa cara dan tahan yang benar dalam membudidayakan jahe merah.

7  Tahap Dan Cara Yang Benar Dalam Membudidayakan Tanaman Jahe Merah

  1. Pemilihan Lahan atau Lokasi Yang Benar

    Langkah awal dalam membudidayakan jahe merah secara benar adalah menentukan lokasi / lahan yang benar dan sesuai. Lahan yang baik adalah berada pada kawasan dengan curah hujan sekitar 2.500 hingga 4.000 mm pertahun. Sedangkan suhu yang baik adalah 20 sampai 35 derajat celcius. Atau tidak panas dan juga tidak terlalu dingin. Selain itu kondisi tanah juga harus bagus dan tidak harus tana subur tetapi tanah yang mengandung humus banyak.
    Perlu anda ketahui jahe merupakan tanaman yang membutuhkan sinar matahari lebih banyak terhadap jenis tanaman lain. Apalagi ketika saat masa tanam telah memasuki usia 1,5 hingga 7 bulan, pasokan sinar matahari menjadi kebutuhan utama

  2. Pemeilihan dan Meniyapkan Bibit Yang Unggul

    Dalam memilih bibit jahe merah adalah tuga yang harus dilaksanakan dengan cermat, Pemelihan bibit harus dewasa, setidaknya berumur 10 bulan atau lebih. Cara mendapatkan bibit yang unggul anda dapat membeli ditoko pertanian yang sudah berseritfikat. Biasanya yang dijual berasal dari proses semai sulam dan terseleksi. Pastikan mendapatkan tanaman yang unggul dan sudah terseleksi jangan memilih bibit yang dijual kiloan atau bonggol.  Sebelum bibit ditanam untuk lebih  baiknya anda jemur terlebih dahulu. Dan setelah dijemur pastikan anda disimpan pada suhu yang sedang.

  3. Proses Penyemian

    Proses penyemian dapat dilakukan dengan menggunakan peti kayu. Dengan dasar yang diberi abu gosok atau sekam padi. Selanjutnya letakan bibit diatas abu atau sekam padi tersebut secara berlapis – lapis. Selama masa penyemaian, bibit tidak boleh berada di tempat dengan paparan sinar matahari secara langsung. Jadi ada pada posisi terlindung dan akan lebih baik lagi jika di beri alas dan tutup dari jerami atau alang-alang.Setiap hari, jagalah kelembabannya sehingga bibit tidak mengering. Jika suhu udara atau cuaca terlalu panas, berilah lagi siraman air secukupnya agar kondisi tempat penyimpanan bibit tetap lembab.

  4. Media Tanam

    Dalam media tanam jahe merah ada 2 metode / media yaitu media yang berupa lahan terbuka dan media dalam karung / polybag.

    • Media Tanam Lahan Terbuka
      • Sebelum melakukan tanam bibit jahe pastikan lahan jauh dari tanaman penganggu dan gulma, lalu gemburkan tana dan campurkan bokashi/pupuk kompos.
      • Apabila sudah bersih tanam bibit dengan jarak 50 X 50 cm atau 30 X 40 cm sesaui dengan jumlah bibit yang ingin ditanam
      • Saran kami lebih baik menggunakan 50 X 50 cm agar menghasilkan panen yang maksimal
    • Media Tanam Dalam Karung atau Polybag
      • Dalam menggunakan Polybag pastikan bibit Anda keluarkan dari tempat persemaian, tanaman yang masih kecil tersebut memang bisa segera di masukan ke dalam media.
      • Namun tetap di perhatikan, posisi tunas harus dalam keadaan berdiri dengan mata berada pada posisi atas. Setelah itu, tutup dengan tanah dengan ketebalan sekitar 3 atau 5 sentimeter. Selanjutnya
      • tutup lagi menggunakan jerami kering dengan ketebalan serupa. Setiap 1 lubang penanaman, bisa di gunakan untuk memasukan 3 sampai 5 tunas.
  5. Pemeliharan, Pemeliharaan, dan Perawatan Jahe Yang Benar.

    Jahe merah merupakan tanaman yang mudah dalam pemeliharaanya, Namun ada beberapa hal yang perlu anda ketahui seperti penyirama dan pemupukan yang tepat.Dalam merawatn jahe merah perlu penyiraman yang rutin dan di lakukan terutama pada musim kemarau dan saat tanaman baru menginjak usia antara 0 sampai 3 bulan. Selain penyiraman, gulma dan tanaman pengganggu lain juga harus selalu kita singkirkan minimal setiap 2 bulan sekali.Selain menyiram merawat jahe merah juga perlu penyiangan, penyiangan bertujuan untuk menjaga kondisi tanah agar unsur hara-nya tetap stabil. Bahkan jika Anda rasa perlu, lakukan pemupukan dengan pupuk organik saat tanaman menginjak umur 2 bulan. Dosis yang di gunakan adalah seperlima media tanam. Agar budidaya jahe merah dapat menghasilkan panen makin banyak, pemupukan lakukanlah hingga 3 kali sebelum memasuki masa panen.

  6. Membrantas atau Mengendalikan Hama

    Dalam membrantas hama sangat mudah yaitu dengan membasmi dengan obat kimia, namun sebaiknya anda menggunakan sistem orgai atau alami agar jahe menghasilkan tanaman yang berkualitas.  Selain sehat untuk tanaman sistem alami juga akan menjadikkan panen yang unggul.

  7. Masa Waktu Panen Jahe Merah

    Ketika waktu panen akan tiba setelah menginjak usia tanam 10 hingga 12 bulan. Jahe merah memiliki ciri-ciri pada  batang dan daun yang sebelumnya berwarna hijau segar berubah menjadi kuning dan terlihat mengering.
    Apabila penanaman pada media karung bekas atau polybag, cara pengambilan hasil panennya sangat mudah Anda lakukan. Kita tidak perlu melakukan penggalian, namun cukup merobek karung atau polybag tersebut kemudian ambil rimpang jahenya. Sedangkan lahan terbuka sebagai media tanam, pencangkulan untuk mengambil rimpang jahe harus di lakukan secara hati-hati agar tidak ada rimpang yang terluka akibat kena cangkulan.
    Jika ingin lebih praktis, cabutlah tanaman jahe dari dalam tanah secara kuat tapi perlahan-lahan agar tidak ada rimpang yang tertinggal. Setelah di angkat, segera bersihkan dari segala macam kotoran. Tanah yang masih menempel pada rimpang harus ikut tersingkir kemudian cuci menggunakan air bersih. Selanjutnya hasil panen bisa kita jual dalam bentuk utuh atau di keringkan lebih dulu. Lebih daripada itu dapat pula di olah menjadi serbuk atau bubuk dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi.