Cara Budidaya Temulawak Untuk Krim Kesehatan Kulit

Temulawak merupakan obat herbal yang berupa tumbuhan rumpang berbatang semu. Tanaman herbal yang satu ini memiliki nama-nama yang berbeda-beda ditsetiap daerah. Dijawa barat temulawak disebut sebagai koneng gede sedangkan di madura menyebutnya sebagai Temu lobak. Tanaman temulawak banyak ditemukan diberbagai daerah terutama di indonesia dan malaysia.

Tanaman herbal yang satu ini memiliki manfaat yang luar bisa,  karena kadungannya yang kaya akan manfaat temulawak juga memiliki nilai jual yang menguntungkan. Hal ini lah yang mendorong petani untuk menanam temulawak.

Banyak produsen temulawak memilih temulawak yang berkualitas guna untuk membuat krim temulawak untuk kesehatan tubuh. Selain untuk krim temulawak juga ada produsen temulawak mengolahnya guna dijadikan obat herbal.

Budidaya Temulawak Yang Berkualitas Dan Menguntungkan

Cara Budidaya Temulawak Untuk Krim Kesehatan Kulit

  • Pedoman Budidaya Temulawak

Sebelum anda membudidayakan temulawak pastikan ada sudah paham pedoman bagaimana budidaya temulawak dengan benar. Apabila anda kurang paham berikut kami rangkumkan beberapa pedoman yang perlu anda ketahui.

  • Pembibitan
    Banyak bibit temulawak menggunakan rimpang induk ataupun rimpang cabang. Anda dapat membudidayakan 2 jenis temulawak ini sekaligus. Syarat dalam memilih bibit temulawak pastikan sehat dan sudah berumur kurang lebih 10-12 bulan.
  • Pengolahan Media Tanam
    • Persiapan Lahan Setelah memilih bibit sudah selesai pastikan anda mempersiapkan lahan untuk untuk media tanam Dalam menyiapkan lahan untuk lebih baiknya dilakukan 30 hari sebelum penanaman.
    • Pembukaan Lahan : Lahan dibersihkan dari tanaman-tanaman lain dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan kunyit. Lahan dicangkul sedalam 30 cm sampai tanah menjadi gembur.
    • Pembentukan Bedengan : Lahan dibuat bedengan selebar 120-200 cm, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30-40 cm. Selain dalam bentuk bedengan, lahan dapat juga dibentuk menjadi petakan-petakan agak luas yang dikelilingi parit pemasukkan dan pembuangan air, khususnya jika temulawak akan ditanam di musim hujan.
    • Pemupukan Organik (sebelum tanam) : Pupuk kandang matang dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 1-2 kg. Keperluan pupuk kandang untuk satu hektar kebun adalah 20-25 ton karena pada satu hektar lahan terdapat 20.000-25.000 tanaman.
  • Penanaman Bibit Temulawak
    • Penentuan Pola Tanaman : Penanaman dilakukan secara monokultur dan lebih baik dilakukan pada awal musim hujan kecuali pada daerah yang memiliki pengairan sepanjang waktu. Fase awal pertumbuhan adalah saat dimana tanaman memerlukan banyak air.
    • Pembutan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.
    • Cara Penanaman : Satu bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. Setelah itu bibit ditimbun dengan tanah sedalam 10 cm..
    • Perioda Tanam : Masa tanam temulawak yaitu pada awal musim hujan untuk masa panen musim kemarau mendatang. Penanaman pada di awal musim hujan ini memungkinkan untuk suplai air yang cukup bagi tanaman muda yang memang sangat membutuhkan air di awal pertumbuhannya.
  • Pemeliharaan tanaman temulawak
    Dalam memelihara temulawak tidak hanya menanam saja namun perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan serta pempupukan. Dalam memelihara temulawak anda dapat melakukan Penyulaman, Penyiangan, pembubuhan, pemupukan dan pengairan/ peniyraman.
  • Pembrantasan gulma dan hama penyakit
    Budidaya tanaman temulawak memang mudah namun memerlukan ketekunan dan ketelitaian agar menghasilkan panen yang berkualitas. Anda perlu melakukan pembersihan gulma yang menghambat pertumbuhan tumbuhnya temulawak. Selain gulma ada hama yang menyebabkan rusaknya tanaman. Anda dapat membrantas hama dan gulma dengan menggunakan pestisida, insektsida, dan herbsida alam.
  • Masa Panen dan Pasca Panen Temulawak
    • Penentuan Pola Tanaman : Penanaman dilakukan secara monokultur dan lebih baik dilakukan pada awal musim hujan kecuali pada daerah yang memiliki pengairan sepanjang waktu. Fase awal pertumbuhan adalah saat dimana tanaman memerlukan banyak air.
    • Pembutan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.
    • Cara Penanaman : Satu bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. Setelah itu bibit ditimbun dengan tanah sedalam 10 cm..
    • Perioda Tanam : Masa tanam temulawak yaitu pada awal musim hujan untuk masa panen musim kemarau mendatang. Penanaman pada di awal musim hujan ini memungkinkan untuk suplai air yang cukup bagi tanaman muda yang memang sangat membutuhkan air di awal pertumbuhannya.

Dengan anda mengikuti beberapa cara diatas anda akan mengahasilkan temulawak yang berkualitas dan siap untuk diteruskan untuk produsen obat herbal atau cream temulawak. Dalam budidaya temulawak dapat sukses asalkan anda tekun, dan teliti. Terima kasih.. Semoga sukses….